This issue is intended for contributor workshop as part of Cloud Native Day Indonesia on 7th Nov 2020. Please don't take it if you are not part of the workshop.
There are several old translated pages that contain the english glossary "file", supposed to use Indonesian "berkas" as per KBBI. Please claim the task to fix them by giving comments on this Github issue.
/language id
Tasks to fix "file" -> "berkas":
123:1. Perintah `kubectl create --edit` membuka file konfigurasi untuk diedit sebelum objek dibuat.
2:title: Pengelolaan Objek Kubernetes secara Deklaratif dengan Menggunakan File Konfigurasi
29:- [Pengelolaan Objek Kubernetes Menggunakan File Konfigurasi Imperatif](/id/docs/tasks/manage-kubernetes-objects/imperative-config/)
34:- *objek file konfigurasi / file konfigurasi*: Sebuah *file* yang
343:Sebagai alternatif dari `kubectl delete`, kamu bisa menggunakan `kubectl apply` untuk mengidentifikasi objek-objek yang hendak dihapus setelah file konfigurasi objek-objek tersebut dihapus dari direktori. Ketika dijalankan dengan argumen `--prune`, perintah `kubectl apply` akan melakukan *query* ke *API server* untuk mencari semua objek yang sesuai dengan himpunan label-label tertentu, dan berusaha untuk mencocokkan kofigurasi objek *live* yg diperoleh terhadap *file* konfigurasi objek. Jika sebuah objek cocok dengan *query* yang dilakukan, dan objek tersebut tidak memiliki *file* konfigurasi di direktori serta tidak memiliki anotasi `last-applied-configuration`, objek tersebut akan dihapus.
375:Perintah `kubectl apply` menulis konten dari file konfigurasi ke anotasi `kubectl.kubernetes.io/last-applied-configuration`. Ini digunakan untuk mengidentifikasi *field* apa saja yang telah dihapus dari *file* konfigurasi dan perlu dihapus dari konfigurasi *live*. Berikut adalah langkah-langkah yang digunakan untuk menghitung *field* apa saja yang harus dihapus atau diubah:
536:# nilai file konfigurasi
566:# nilai file konfigurasi
628:Berikut adalah sebuah *file* konfigurasi untuk sebuah Deployment. File berikut tidak menspesifikasikan `strategy`:
703:# file konfigurasi
866:- [Pengelolaan Objek Kubernetes secara Imperatif Menggunakan File Konfigurasi](/id/docs/tasks/manage-kubernetes-objects/imperative-config/)
2:title: Pengelolaan Objek Kubernetes Secara Imperatif dengan Menggunakan File Konfigurasi
8:Objek-objek Kubernetes bisa dibuat, diperbarui, dan dihapus dengan menggunakan perangkat *command-line* `kubectl` dan file konfigurasi objek yang ditulis dalam format YAML atau JSON. Dokumen ini menjelaskan cara mendefinisikan dan mengelola objek dengan menggunakan file konfigurasi.
25:Kamu bisa menggunakan perintah `kubectl create -f` untuk membuat sebuah objek dari sebuah file konfigurasi. Rujuk dokumen [referensi API Kubernetes](/docs/reference/generated/kubernetes-api/{{< param "version" >}}/) untuk detil lebih lanjut.
32:Memperbarui objek dengan perintah `replace` akan menghilangkan semua bagian dari spesifikasi objek yang tidak dispesifikasikan pada file konfigurasi. Oleh karena itu, perintah ini sebaiknya tidak digunakan terhadap objek-objek yang spesifikasinya sebagian dikelola oleh klaster, misalnya Service dengan tipe `LoadBalancer`, di mana *field* `externalIPs` dikelola secara terpisah dari file konfigurasi. *Field-field* yang dikelola secara terpisah harus disalin ke file konfigurasi untuk mencegah terhapus oleh perintah `replace`.
35:Kamu bisa menggunakan perintah `kubectl replace -f` untuk memperbarui sebuah objek *live* sesuai dengan sebuah file konfigurasi.
41:Kamu bisa menggunakan perintah `kubectl delete -f` untuk menghapus sebuah objek yang dideskripsikan pada sebuah file konfigurasi.
47:Kamu bisa menggunakan perintah `kubectl get -f` untuk melihat informasi tentang sebuah objek yang dideskripsikan pada sebuah file konfigurasi.
51:Parameter `-o yaml` menetapkan bahwa keseluruhan konfigurasi objek ditulis ke file yaml. Gunakan perintah `kubectl get -h` untuk melihat daftar pilihan selengkapnya.
55:Perintah-perintah `create`, `replace`, dan `delete` bekerja dengan baik saat tiap konfigurasi dari sebuah objek didefinisikan dan dicatat dengan lengkap pada file konfigurasi objek tersebut. Akan tetapi, ketika sebuah objek *live* diperbarui dan pembaruannya tidak dicatat di file konfigurasinya, pembaruan tersebut akan hilang ketika perintah `replace` dieksekusi di waktu berikutnya. Ini bisa terjadi saat sebuah *controller*, misalnya sebuah `HorizontalPodAutoscaler`, membuat pembaruan secara langsung ke sebuah objek *live*. Berikut sebuah contoh:
57:1. Kamu membuat sebuah objek dari sebuah file konfigurasi.
59:1. Kamu memperbarui objek tersebut dengan `kubectl replace` dari file konfigurasi. Perubahan yang dibuat dari sumber lain pada langkah nomor 2 di atas akan hilang.
65:Misalkan kamu memiliki URL dari sebuah file konfigurasi objek. Kamu bisa menggunakan `kubectl create --edit` untuk membuat perubahan pada konfigurasi sebelum objek tersebut dibuat. Langkah ini terutama berguna untuk mengikuti tutorial atau untuk pekerjaan-pekerjaan yang menggunakan sebuah file konfigurasi di URL terentu yang perlu dimodifikasi.
75:1. Ekspor objek *live* ke sebuah file konfigurasi objek lokal:
80:1. Hapus secara manual *field* status dari file konfigurasi objek.
112:- [Pengelolaan Objek Kubernetes secara Deklaratif dengan Menggunakan File Konfigurasi](/id/docs/tasks/manage-kubernetes-objects/declarative-config/)
209:# Tiap baris pada sebuah env file harus memiliki format VAR=VAL.
26:parameter pada _runtime_. Parameter tersedia melalui sistem file virtual dari proses `/proc/sys/`.
20:- File konfigurasi harus disimpan dalam version control sebelum di push ke cluster. Ini memungkinkan Anda untuk dengan cepat mengembalikan perubahan konfigurasi jika perlu. Ini juga membantu penciptaan dan restorasi cluster.
22:- Tulis file konfigurasi Anda menggunakan YAML tidak dengan JSON. Meskipun format ini dapat digunakan secara bergantian di hampir semua skenario, YAML cenderung lebih ramah pengguna.
24:- Kelompokkan objek terkait ke dalam satu file yang memungkinkan. Satu file seringkali lebih mudah dikelola daripada beberapa file. Lihat pada [guestbook-all-in-one.yaml](https://github.com/kubernetes/examples/tree/{{< param "githubbranch" >}}/guestbook/all-in-one/guestbook-all-in-one.yaml) sebagai contoh file sintaks ini.
26:- Perhatikan juga bahwa banyak perintah `kubectl` dapat dipanggil pada direktori. Misalnya, Anda dapat memanggil `kubectl apply` pada direktori file konfigurasi.
106:- Gunakan `kubectl apply -f <directory>`. Ini mencari konfigurasi Kubernetes di semua file `.yaml`,` .yml`, dan `.json` di` <directory> `dan meneruskannya ke` apply`.
64:# Buatlah file yang selanjutnya akan digunakan pada contoh-contoh selanjutnya
274:# Membuat sebuah file kustomization.yaml dengan SecretGenerator
313:# Membuat sebuah file kustomization.yaml dengan menggunakan SecretGenerator
560: Kamu dapat membuat sebuah file konfigurasi atau melakukan modifikasi terhadap konfigurasi yang sudah ada
227:Gunakan hasil keluaran dari perintah sebelumnya untuk membuat sebuah file *yaml* seperti berikut. Nilai yang dikodekan *base64* harus berada di dalam satu baris.
239:Sekarang buat *secrets* menggunakan file tersebut:
256:- di dalam file tersebut, ada spesifikasi *Deployment* dan *Service*
92: Untuk informasi umum soal bagaimana cara bekerja dengan menggunakan file konfigurasi, silahkan merujuk pada [melakukan deploy aplikasi](/docs/tasks/run-application/run-stateless-application-deployment/), [konfigurasi kontainer](/id/docs/tasks/configure-pod-container/configure-pod-configmap/), [mengatur *resource*](/id/docs/concepts/cluster-administration/manage-deployment/).
445:Kamu juga dapat mengubah Ingress dengan menggunakan perintah `kubectl replace -f` pada file konfigurasi
112:* sistem pengelolaan konten, pemuat file dan data, manajer _cache_ lokal, dll.
55:Semua hal yang ditulis oleh aplikasi dalam kontainer ke `stdout` dan `stderr` akan ditangani dan diarahkan ke suatu tempat oleh mesin atau _engine_ kontainer. Contohnya,mesin kontainer Docker akan mengarahkan kedua aliran tersebut ke [suatu _logging driver_](https://docs.docker.com/engine/admin/logging/overview), yang akan dikonfigurasi pada Kubernetes untuk menuliskan ke dalam file dalam format json.
/triage accepted
/assign @girikuncoro
I'm taking this page
docs/tasks/manage-kubernetes-objects/imperative-command.md
/reopen
@irvifa: Reopened this issue.
In response to this:
/reopen
Instructions for interacting with me using PR comments are available here. If you have questions or suggestions related to my behavior, please file an issue against the kubernetes/test-infra repository.
i'm taking this page
docs/tasks/manage-kubernetes-objects/declarative-config.md
may i change this file:
docs/concepts/cluster-administration/logging.md
thanks @okutasan @lanandra feel free to raise the PR and link this issue
/reopen
@girikuncoro: Reopened this issue.
In response to this:
/reopen
Instructions for interacting with me using PR comments are available here. If you have questions or suggestions related to my behavior, please file an issue against the kubernetes/test-infra repository.
I take this page :
docs/concepts/configuration/secret.md
please let me change another part. I will try to change this file
docs/concepts/workloads/pods/pod.md
112:* sistem pengelolaan konten, pemuat file dan data, manajer _cache_ lokal, dll.
please let me change another part
@lanandra sure just mention this issue number when you raise the pull request
/reopen
@girikuncoro: Reopened this issue.
In response to this:
please let me change another part
@lanandra sure just mention this issue number when you raise the pull request/reopen
Instructions for interacting with me using PR comments are available here. If you have questions or suggestions related to my behavior, please file an issue against the kubernetes/test-infra repository.